Minggu, 26 Juni 2011

Analisa Ilmiah tentang Jenglot


 Dunia mistik sepertinya tidak akan pernah kehilangan “pesona”-nya. Salah satu fenomena menarik di kalangan pecinta dunia mistik adalah jenglot. Menurut kepercayaan mereka, jenglot adalah mumi manusia mini dengan ukuran kurang dari 20 cm dengan pofil wajah menyerupai tengkorak dan bertaring. Di Indonesia, jenglot ditemukan di berbagai daerah seperti di Jawa, Kalimantan dan Bali. Untuk kalangan medis, fenomena jenglot cukup menarik untuk diselidiki lebih lanjut. Benarkah jenglot itu manusia yang pernah hidup? Para ahli sudah merancang berbagai analisa ilmiah tentang jenglot. Apa hasil analisa ilmiah tersebut?
Menurut para ahli forensik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, analisa ilmiah secara medis telah menunjukkan bahwa jenglot bukanlah makhluk hidup seperti selama ini diyakini. Melalui prosedur sinar Rontgen, diketahui bahwa pada badan jenglot tidak terdapat struktur tulang sebagai penyangga organ makhluk hidup. Analisa kemudian berlanjut pada lapisan kulit jenglot. Para ahli mengambil sedikit sampel dari kulit jenglot yang terkelupas untuk dianalisis struktur DNA dari lapisan kulit tersebut. Hasil mengejutkan ditunjukkan oleh hasil tes DNA tersebut dimana ditemukan kemiripan DNA antara kulit tersebut dengan struktur DNA kulit primata.
Jenglot juga ditemukan di belahan dunia yang lain. Di Cile, seorang lelaki menemukan suatu makhluk yang masih hidup. Makhluk tersebut hanya bertahan hidup selama 8 hari lalu mati. Berdasar penelitian yang dilakukan oleh beberapa dokter di Cile, makhluk tersebut tidak bisa digolongkan sebagai hewan, serta tak juga masuk dalam spesies manusia. Menurut sang penemu, makhluk tersebut berproses menjadi mumi dalam waktu cepat. Meski beberapa ahli menyatakan bahwa makhluk tersebut adalah janin manusia yang mati, keluarga sang lelaki(si penemu) tetap berkeyakinan bahwa saat ditemukan makhluk tersebut adalah jenglot hidup.
Bukti ilmiah tentang pernah adanya jenglot hidup juga ditemukan di beberapa tempat di dunia. Di Cina, di daerah Heijan ditemukan beberapa manusia kecil setinggi kurang dari 6 inci. Kembali ke tanah air, di daerah Jawa Timur, tepatnya di daerah muara sungai Nanggelan, Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Jember, seorang aktivis lingkungan menyatakan bahwa dia telah menemukan jejak manusia liliput. Dia menemukan beberapa jejak telapak kaku dengan ukuran sekitar 9 cm. Sang aktivis bernama Anang Ritarno mengklaim pernah menyaksikan jenglot hidup ini di daerah Pantai Sukamade dan Pantai Nanggelan. Saat itu, ada sekitar 8 jenglot hidup tengah bercengkrama di pinggir sungai.
Cerita tentang jenglot yang menyebutkan bahwa jenglot hidup itu benar adanya seolah tidak pernah berhenti. Terlepas dari hasil analisa yang secara ilmiah belum bisa membuktikan tentang jenglot hidup atau pernah hidup, cerita tentang jenglot berkembang menjadi sesuatu yang sangat menarik. Banyak orang sangat ingin mengetahui lebih jauh tentang jenglot. Saat ini, sering diadakan pameran tentang benda-benda mistik dan bisa dipastikan, jenglot menjadi salah satu ikon pameran tersebut. Keingintahuan masyarakat tentang jenglot membuat jenglot begitu populer saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar